Adzkia.com majalah untuk anak anda

Etika di Kamar Mandi

Adik-adik, tempat apakah yang terlihat sepele, tapi selalu kita kunjungi tiap hari? Tak cuma sekali, tapi beberapa kali sehari. Tanpa tempat ini, kita akan kesulitan untuk mandi atau buang air. Ya, dialah kamar mandi dan toilet.

Nah, kali ini, kakak ingin mengulang kembali soal etika atau adab di dalam kamar mandi. Mungkin kalian sudah tahu, tapi tak ada salahnya kita mempelajarinya lagi. Untuk mengingatkan bagi yang lupa, dan memberikan pelajaran bagi yang belum tahu. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan menjadi bekal amal yang shalih.

Mari kita mulai. Masuk  kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Sambil membaca doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Agar aman dari hasutan dan bujukan syetan jahat laki maupun perempuan. Doa yang kita baca yaitu:

[Allahumma innii a’udzu bika minal khubutsi wal khabaa’its]

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan.”

Usai buang air besar ataupun kecil, hendaknya bersuci (beristinja’), membersihkan tempat keluarnya kotoran dengan tangan kiri. Tangan kanan yang membantu menyiramkan airnya. Jangan lupa menyiram bekas kotorannya di kloset hingga bersih sehingga tidak meninggalkan bau tak sedap. Setelah itu, cuci tangan sampai bersih. Kalau perlu, pakailah sabun.

Jika sudah selesai, silakan keluar dengan mendahulukan kaki kanan sambil mengucap doa:

[Ghufraanaka]

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku.”

Dan sudah tentu kedua tangannya bersih. Bahkan aroma sabunnya mewangi. Kini tangan pun suci kembali setelah dicuci.

Oya, ingat juga, Rasul yang mulia melarang kita membawa lafadz Allah saat masuk kamar mandi. Dahulu, beliau memiliki cincin yang berlafadzkan Allah. Setiap kali akan masuk ke kamar mandi, beliau melepaskannya terlebih dahulu, kemudian baru masuk. Ketika sudah berada di luar, beliau memakaikannya lagi. Luar biasa beliau berdisiplin, bukan?

Beberapa hal yang harus dihindari saat berada di kamar mandi, yaitu; tidak boleh melafadzkan  ayat Al-Qur‘an dan kalimat-kalimat Thayyibah; tidak diizinkan bersiul dan bernyanyi, apalagi bicara tidak karuan dan berteriak-teriak.

Hindari menghadap atau membelakangi kiblat. Jika kamar mandi atau toilet tidak tertutup. Pastikan posisi badan tersembunyi saat kita buang hajat. Insyaallah, kita selalu dalam ridha dan cinta-Nya jika adab-adab ini kita kerjakan dengan baik.

Satu hal lagi, sebaiknya tidak berlama-lama di kamar mandi. Rasul kurang suka jika umatnya membuang waktu sia-sia di dalam kamar mandi. Pastikan berada di dalamnya cukup hingga hajatnya selesai. Apalagi jika di toilet umum. Kasihan yang lain, antri di luar menunggu giliran. Kalau kita berlama-lama, kan mendzalimi mereka.

Tinggalkan pesan


* two = 16