Adzkia.com majalah untuk anak anda

Bergerak-gerak sewaktu Shalat

Apa kabar, adik-adik? Hari ini tidak ketinggalan shalat berjamaah, kan? Nah, kali ini kita akan membahas tentang gerakan dalam shalat. Maksudnya gerakan diluar rukun shalat, seperti membetulkan letak peci atau mengaruk-garuk kepala. Dapatkah membatalkan shalat?

Bergerak saat shalat  ada yang hukumnya wajib, dianjurkan, dibolehkan, makruh, dan juga haram.

Contoh gerakan yang wajib

Misalnya, bergerak untuk membenarkan arah kiblat. Jika kita sedang shalat, lalu ada yang memberitahu bahwa kita menghadap ke arah yang salah, maka kita harus bergerak untuk menghadap ke arah yang benar. Contoh lain; melepaskan peci yang terkena najis.

Contoh gerakan yang mubah (boleh dilakukan)

Menggerakkan tangan untuk mengusap ingus. Bergerak dalam keadaan darurat, misalnya berlari untuk menghindari gigitan anjing. Gerakan ini tidak membatalkan shalat.

Contoh gerakan yang makruh, sebaiknya tidak dilakukan

Bergerak yang tidak perlu, seperti melihat jam, terlalu sering membetulkan peci, dan sebagainya.

Contoh gerakan yang mustahab (dianjurkan)

Kita boleh menggaruk-garuk bagian badan kita yang sangat gatal, atau memindahkan benda yang dapat mengganggu kekhusukan shalat.

Contoh gerakan yang haram, yang membatalkan shalat

Bergerak terlalu banyak, terus menerus dan tidak darurat. Misalnya, seseorang yang shalat sering membetulkan pakaian, lalu membetulkan posisi peci, kemudian melihat jam, mengeluarkan pencil dari sakunya, dan seterusnya. Gerakan seperti ini tidak boleh dilakukan, karena bisa membatalkan shalat.

Alhamdulillah, adik adik sudah mengetahui dan bisa membedakan mana pergerakan yang harus dan boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan karena dapat membatalkan shalat. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan pesan


seven - 1 =